apradipta10 Hanya pria biasa yang mencoba untuk mencoba berbagai hal baru dalam hidupnya dan percaya impiannya akan terwujud asal mau dan berusaha.

Cara Mengendalikan Emosi Yang Tidak Stabil

3 min read

cara mengendalikan emosi yang tidak stabil

Emosi adalah sesuatu yang lumrah dimiliki oleh manusia. Itu menandakan bahwa hormon yang ada dalam tubuh sedang bekerja. Pada umumnya emosi dibagi menjadi dua bagian. Pertama bahagia yang dikenal dengan good mod dan  sebaliknya yang disebut bad mood, marah, kesal dan lain-lain. Anda harus mempelajari bagaimana cara mengendalikan emosi yang tidak stabil.

Karena jika tidak, maka itu bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri. Tidak hanya pekerjaan saja yang berantakan. Tetapi hubungan dengan keluarga, teman, sahabat atau kekasih juga kena imbasnya. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui cara mengendalikannya di bawah ini :

15 Cara Mengendalikan Emosi yang Tidak Stabil

Emosi muncul dari sebuah pengalaman tertentu yang dialami oleh seseorang. Mereka bisa kesal atau marah karena terjebak macet. Atau jutsru sebaliknya, ketawa saat ada sesuatu yang menghibur. Nah, mengekspresikan emosi itu sangat penting, tapi lebih penting disertai dengan mengetahui bagaimana cara mengendalikannya.


Kontrol Diri Sendiri

Emosi tidak harus diluapkan dengan kata-kata atau membanting barang-barang di sekitar ya. Anda bisa menuangkannya melalui hal lain, seperti menulis di buku harian. Atau membuat sebuah kreasi seni. Intinya arahkan ke hal yang lebih positif. Jangan malah diumbar di sosial media karena sama saja membuka aib dan orang yang melihatnya akan menganggap lebay..


Tarik Nafas dan Ubah Posisi

Ketika Anda sedang marah atau kesal. Coba tarik nafas 3 kali dan ubah posisi. Yang tadinya duduk menjadi berdiri, tidur menjadi duduk. Atau hitung mundur 1-10  sebelum mengatakan sesuatu. Karena bisa jadi, pikiran Anda sudah menjadi lebih jernih dan bisa mengambil keputusan dengan benar.


Mencoba Berempati

Emosi memang tidak bisa dikontrol ya datangnya kapan dan dimana. Entah itu sedang nonton bersama kekasih, atau ngobrol-ngobrol dengan teman. Ketika ada sesuatu yang membuat Anda marah, maka cobalah berempati. Posisikan diri Anda dalam keadaan atau pikiran orang lain.

Misalkan, teman Anda tidak sengaja menumpahkan minuman ke baju Anda. Jangan langsung marah, berempatilah mungkin dia sedang buru-buru karena pekerjaan yang sangat banyak, atau orang tuanya sedang sakit sehingga Ia menjadi tidak fokus.


Menggunakan Teknik Cognitive Reappraisal

Disebut sebagai cara mengendalikan emosi yang tidak stabil paling mudah. Artinya adalah mengubah sudut pandang. Misalkan ada sekelompok teman yang duduk, dan Anda merasa bahwa mereka sedang membicarakan keburukan Anda. Alihkan pikiran dan anggaplah bahwa mereka tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan Anda.


Membagi Tugas

Terkadang emosi muncul karena beban kerja yang terlalu berat. Bagilah tugas Anda kepada yang lain dalam porsi yang kecil, agar lebih ringan. Buang jauh-jauh pikiran bahwa Anda memiliki pekerjaan yang tidak mungkin diselesaikan.

Meminta bantuan pun juga tidak ada salahnya. Jangan terobsesi untuk jadi yang pertama dan terbaik. Hal ini juga sangat efektif untuk mencegah depresi.


Ubah Fokus

Jika Anda marah karena merasa bahwa pencapaian rekan Anda jauh lebih baik. Maka buang itu jauh-jauh, jangan selalu melihat orang lain. Fokuslah terhadap diri sendiri. Lakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin, kemampuan apa yang perlu ditingkatkan. Agar semakin percaya diri.

Sadarlah posisi Anda saat ini, bergaullah dengan seseorang yang bisa diajak bekerja sama. Perhatikan lingkungan sekitar dan apa yang masih harus diperjuangkan. Tujuannya, agar Anda lebih bijak dalam bersikap.


Mencoba Bicara Dengan Diri Sendiri

Anda pasti pernah mengalami perubahan mood secara tiba-tiba kan? 5 menit yang lalu masih bahagia, dan kemudian bersedih. Bicaralah kepada diri sendiri apa yang diinginkan. Jangan biarkan terlalu jauh masuk dalam perasaan kalut. Berfikirlah dengan jernih apa yang bisa dipelajari dan dilakukan dari situasi tersebut.


Hindari Sesuatu Yang Bisa Memicu Kemarahan

Misalkan, jika Anda marah karena terlambat sekolah. Maka cobalah bangun lebih pagi dan atur jadwal harian dengan rapi. Dengan begitu Anda akan lebih bisa memanajemen emosi. Karena siapa lagi yang mengubahnya kalau bukan diri sendiri?

Atau contoh lain,  seorang teman selalu membuat Anda kesal apabila berbicara dengannya. Maka bergaullah secara biasa saja, jangan sengaja mendekat atau menjauh. Karena itu jutsru menimbulkan permasalahan yang lebih besar.


Mengingat Dampak Negatif yang Ditimbulkan

Sebelum marah, entah itu membanting, memukul atau menendang. Berfikirlah mengenai dampak negatif yang ditimbulkan. Misal ketika Anda kesal karena tugas tak kunjung selesai. Kemudian membanting laptop dan rusak, alhasil tugas justru tidak bisa dikumpulkan sama sekali.

Atau ketika bertengkar dengan teman dan Anda memukulnya.  Jika Ia melaporkan ke polisi. Maka Anda sendiri kan yang repot. Orang tua malu dan Anda akan dikucilkan oleh lingkungan sekitar.


Menyibukkan Diri dengan Hal yang Positif

Daripada marah-marah tidak jelas, mending menyibukkan diri dengan hal yang positif. Apa yang menjadi hobi Anda, main musik, membaca, atau olahraga. Tujuannya agar lebih rileks dan tidak larut dalam perasaan tidak tenang.


Penuhilah Kebutuhan Dasar

Kebutuhan dasar manusia adalah makanan yang bergizi, minuman dan istirahat. Tiga hal itu harus Anda penuhi agar tidak mudah marah. Karena biasanya emosi itu datang ketika badan sakit atau kelelahan. Ingat kata pepatah, jiwa yang sehat berasal dari tubuh yang kuat.


Rajin Memberi

Sesekali dalam seminggu Anda harus meluangkan waktu untuk berbagi kepada orang lain. Entah itu gabung dalam acara bakti sosial atau kampanye tentang kebaikan. Memberi, mampu menumbuhkan rasa bahagia dan puas dalam diri sendiri. Sehingga emosi bisa terkontrol dengan lebih baik.


Menganggap Hari Ini Adalah Hari Terakhir

Adalah cara yang paling efektif untuk mengendalikan emosi yang tidak stabil. Dengan menganggap bahwa hari ini adalah hari terakhir hidup di dunia maka Anda tidak akan menyia-nyiakan hanya untuk marah. Lebih baik mati membawa kebaikan kan daripada kemarahan?


Senantiasa Memaafkan dan Melupakan

Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Maka dari itu, Anda harus bisa bertoleransi. Pikirkan dengan matang, kesalahan fatal apa yang pernah Anda perbuat baik disengaja ataupun tidak. Bagaimana jika Anda berada pada posisi orang yang sedang dimarahi. Pasti tidak enak kan?

Oleh karena itu, lebih baik memaafkan dan melupakan apa yang sudah terjadi. Bukankah lebih baik hidup dalam kedamaian?


Mengubah Ekspresi/Reaksi

Ingatkan pada diri sendiri bahwa marah tidak akan bisa merubah apapun. Tidak akan mengembalikan sesuatu yang rusak. Maka ganti dengan ekspresi yang menyenangkan, ingatkan jika ada seseorang yang berbuat salah. Buat Ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Ingat tegas dan marah itu beda ya.


15 cara mengendalikan emosi yang tidak stabil di atas bisa Anda lakukan tergantung situasi dan kondisi. Misalkan ketika di kantor, tidak mungkin kan melakukan hobi olahraga. Cara yang paling baik adalah memaafkan dan melupakan.

apradipta10 Hanya pria biasa yang mencoba untuk mencoba berbagai hal baru dalam hidupnya dan percaya impiannya akan terwujud asal mau dan berusaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *